Otoritas Daerah Gaza ingatkan bencana kebugaran pasca negara Israel padamkan listrik

Sejak Oktober 2023, lebih besar dari 48.500 orang, sebagian besar perempuan dan juga anak-anak, sudah pernah tewas akibat serangan brutal tanah Israel di area Jalur Gaza

Ankara – Otoritas kota di tempat Jalur Wilayah Gaza pada Rabu (12/3) mengingatkan peluang bencana kebugaran lalu lingkungan akibat berlanjutnya pemutusan pasokan listrik kemudian air oleh negara Israel ke wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Persatuan Daerah Perkotaan Daerah Gaza menyatakan bahwa pemutusan listrik oleh negara Israel telah dilakukan menyebabkan instalasi utama desalinasi air dalam wilayah yang dimaksud berhenti beroperasi.

“Kebijakan represif terhadap warga Palestina pada Daerah Gaza ini merupakan pelanggaran hukum internasional serta semakin memperburuk penderitaan warga, yang tersebut berada dalam menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di sejarah,” tambah pernyataan tersebut.

Israel menghentikan pasokan listrik ke Wilayah Gaza pada Mingguan (9/3) sebagai bagian dari upaya memperketat blokade terhadap wilayah Palestina tersebut, meskipun sudah pernah ada kesepakatan gencatan senjata lalu pertukaran tahanan.

Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengecam langkah negeri Israel itu sebagai "peringatan genosida," dengan menegaskan bahwa tanpa listrik, tiada akan ada air bersih.

Keputusan itu juga dihadiri oleh dengan kebijakan tanah Israel yang mana menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, memicu peringatan serius dari kelompok lokal kemudian organisasi hak asasi manusia mengenai kemungkinan kembalinya kelaparan massal pada Jalur Gaza.

Persatuan Perkotaan Kawasan Gaza pun mengimbau warga internasional juga organisasi kemanusiaan untuk “segera turun tangan guna mengamankan pasokan penting lalu menjamin masuknya bahan-bahan esensial, demi menghindari bencana kondisi tubuh lalu lingkungan yang tersebut lebih banyak parah.”

Pada Selasa, juru bicara Organisasi Distribusi Listrik Gaza, Mohammad Thabet, mengungkapkan bahwa tanah Israel hanya saja menyediakan lima megawatt listrik ke Jalur Daerah Gaza sejak November lalu sebelum akhirnya memutus pasokan sepenuhnya.

Sejak Oktober 2023, lebih lanjut dari 48.500 orang, sebagian besar perempuan kemudian anak-anak, telah lama tewas akibat serangan brutal tanah Israel pada Jalur Gaza.

Serangan yang dimaksud sempat tertahan setelahnya gencatan senjata juga kesepakatan pertukaran tahanan yang digunakan mulai berlaku pada Januari.

Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas negeri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant, menghadapi dugaan kejahatan peperangan juga kejahatan terhadap kemanusiaan di area Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di area Mahkamah Internasional (ICJ) terkait konflik yang digunakan dilancarkannya di area wilayah tersebut.

Sumber: Anadolu.

Scroll to Top