Ibukota Indonesia – Para pemain Salernitana dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan makanan sekembali ke kotanya pasca kalah 0-2 dari Sampdoria pada leg pertama playoff degradasi Serie B, Senin.
“U.S. Salernitana 1919 mengumumkan latihan hari ini dibatalkan akibat keracunan makanan serius yang digunakan menimpa 21 anggota skuad, baik pemain maupun staf, yang mana mengakibatkan sejumlah gangguan kebugaran ketika perjalanan pulang dari Genoa usai pertandingan leg pertama play-off degradasi yang mana diselenggarakan kemarin melawan Sampdoria,” tulis Salernitana pada lamannya pada Senin.
Peristiwa ini menimbulkan klub harus mengirimkan ambulans ketika tiba pada bandara Salerno serta merawat sebagian besar pemain di dalam rumah sakit.
Media massa Italia melaporkan 16 orang dirawat dalam rumah sakit yang dimaksud delapan di area antaranya pemain.
Polisi telah terjadi mendatangi hotel tempat skuad Salernitana menginap sebelum leg pertama, yang dimaksud juga menyiapkan makanan penerbangan pulang ke Salerno.
Sampdoria terdegradasi ke strata ketiga untuk pertama kali pada sejarah mereka bulan lalu, namun terselamatkan oleh pengurangan poin yang dijatuhkan untuk Brescia.
Hal itu menciptakan Il Samp masuk salah satu sikap playoff degradasi dalam Serie B.
Leg kedua akan dilangsungkan Hari Jumat waktu malam pekan ini, namun Salernitana sudah memohonkan ditunda.
“Kami sangat khawatir melawan apa yang terjadi dan juga rangkaian perkembangan yang mana bisa jadi menggagalkan upaya kami pada menyelesaikan detik-detik akhir musim ini dengan cara yang dimaksud normal dan juga tenang,” ujar Salernitana.
Sampdoria adalah satu dari tujuh klub Italia yang digunakan setiap saat bermain di tempat dua divisi teratas, namun mereka itu terdegradasi ke Serie B pada 2023. Klub ini nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh presiden pada waktu ini, Matteo Manfredi, lalu mantan pemilik Leeds United, Andrea Radrizzani, yang digunakan sekarang ini telah meninggalkan klub tersebut.
Pemegang saham mayoritas Sampdoria ketika ini adalah pelaku bisnis Singapura, Joseph Tey.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.
