DKI Jakarta – Instruktur Persik Kediri Marcos Reina memaparkan timnya membenahi lini pertahanan jelang menghadapi Bali United pada pekan ke-19 BRI Super League di dalam Stadion Brawijaya, Kediri, hari terakhir pekan (30/1).
Dikutip dari laman resmi I.League, Jumat, Reina mengemukakan lini pertahanan Persik Kediri harus dibenahi dengan kritis lantaran pada laga sebelumnya dihancurkan Malut United 0-4.
"Kekalahan dari Malut United sangat menyakitkan. Namun ada dua pelajaran yang digunakan bisa jadi kami ambil dari pertandingan itu. Kami sempat bermain cukup bagus sebelum kartu merah terjadi. Namun dari sisi negatif adalah kita kemasukan dengan gol-gol sederhana lawan," ujar Reina.
Pelatih berkebangsaan Spanyol yang dimaksud menjelaskan untuk menghadapi Bali United, Persik Kediri dipastikan lebih besar siap, terlebih pemain yang baru didatangkan sudah ada semakin bugar.
Reina mengemukakan dua dari beberapa pemain anyar yang didatangkan yakni Jon Toral serta Adrian Luna pada masa kini di situasi baik dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya.
Dengan mulai membaiknya keadaan kedua pemain tersebut, Marcos mengaku senang, sebab dirinya memiliki cukup berbagai opsi pemain untuk menyusun skuad terbaiknya ketika menjamu Bali United nanti.
"Kekalahan dari Malut United sangat menyakitkan. Namun ada dua pelajaran yang sanggup kami ambil dari pertandingan itu. Kami sempat bermain cukup bagus sebelum kartu merah terjadi. Namun dari sisi negatif adalah kita kemasukan dengan gol-gol enteng lawan," kata Reina.
"Melihat keadaan terkini mereka, kemungkinan untuk bermain sangat besar. Karena kebugarannya lebih lanjut baik, meskipun belum 100 persen. Mereka akan lebih besar baik di minggu depan," katanya.
Kemenangan sangat dibutuhkan oleh Persik Kediri saat menghadapi Bali United sebab pada tiga pertandingan terakhirnya, Macan Putih belum dapat meraih poin penuh setelahnya menelan dua kekalahan serta satu hasil imbang.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
