Ibukota – Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga mengonfirmasi bahwa federasi menerima sanksi sebagai denda dari AFC terkait timnas futsal Indonesia, sekaligus meyakinkan tidaklah akan mengajukan banding berhadapan dengan kebijakan tersebut.
“Benar. Ya. Paling enggak supaya tahu itu, kan yang mana kena ya PSSI. Denda,” ujar Arya pada Jakarta, Senin.
Menurut dia, PSSI memilih menerima kebijakan AFC kemudian menjadikannya sebagai pembelajaran. Arya juga menegaskan bahwa futsal berada di bawah naungan PSSI, salah satunya pada hal pembiayaan kelompok nasional.
“Ya diterima dari AFC. Supaya netizen banyak yang dimaksud mengerti ya kalau futsal itu ke bawah PSSI. Pendanaan juga kita yang dimaksud tanggung. Futsal kemarin ke Piala Asia itu besar yang tersebut kita biayai,” katanya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan banding, Arya melakukan konfirmasi PSSI bukan akan menempuh langkah tersebut.
“Enggak lah. Ya telah kita terima saja,” ujarnya.
PSSI didenda 3.000 dolar oleh Komite Disiplin AFC oleh sebab itu terdapat pendatang yang digunakan masuk ke lapangan dan juga area teknis pada akhir laga Tanah Air versus Korea Selatan tanpa miliki akreditasi pada 27 Januari 2026.
Berikutnya PSSI didenda 3.000 dolar lagi akibat ada penonton masuk ke lapangan pertandingan tanpa akreditasi pasca laga Tanah Air versus Korea Selatan pada 27 Januari 2026.
PSSI juga dijatuhi denda 5.000 dolar sebab dianggap bukan mampu memenuhi kewajiban pencegahan keselamatan lalu meyakinkan ketertiban juga keamanan, dikarenakan ada penonton ke lapangan.
Terakhir, AFC mendenda 3.000 dolar terhadap PSSI lantaran dinilai tidaklah dapat menyimpan keamanan setelahnya lima khalayak penonton masuk pada laga Iran versus negara Afghanistan pada 1 Februari 2026. Dengan demikian PSSI total didenda 14.000 dolar atau sekira Rp235 juta.
Selain mengeksplorasi futsal, Arya turut memaparkan persiapan regu nasional senior menjauhi FIFA Series yang tersebut rencananya diselenggarakan dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Ia mengungkapkan instruktur kepala John Herdman sedang bergerak memantau pemain, baik dalam kompetisi domestik maupun ke luar negeri.
“Pelatih telah muter-muter, mengunjungi klub-klub, mantau Super League, yang digunakan pada luar juga sudah ada mulai dipantau. Kita tunggu nanti setelahnya ia selesai keliling, pasti ada masukan ke kita,” kata Arya.
Ia menambahkan, Herdman belum memberikan laporan resmi terkait temuan selama pemantauan dalam Eropa, di antaranya perihal kemungkinan pemain baru yang digunakan akan dipanggil ke kelompok nasional.
“Belum. Tunggu saja,” ucapannya singkat.
Terkait format FIFA Series, Arya menjelaskan bahwa regulasi juga alur pertandingan ditentukan secara langsung oleh FIFA, bukanlah oleh PSSI. Nusantara disebut berpeluang menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga awal.
“Dari FIFA. Yang pertama kemungkinan besar Saint Kitts Nevis,” kata Arya.
Ia menambahkan laga lainnya mempertemukan Bulgaria serta Kepulauan Solomon, dengan pemenangnya akan menghadapi Tanah Air pada partai berikutnya.
Arya juga menyinggung padatnya rencana kelompok nasional lalu kelompok umur pada 2026, mulai dari kompetisi AFF, Piala Asia kelompok umur, hingga FIFA Matchday, yang menuntut PSSI mengatur kalender secara cermat.
“Banyak banget rencana ini. Sampai pusing,” ujarnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
