Simone Inzaghi puji setinggi langit Lamine Yamal

Lamine adalah jenis talenta yang mana hanya saja muncul setiap 50 tahun, lalu melihatnya dari dekat benar-benar menghasilkan saya kagum

Jakarta – Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, memberi pujian setinggi langit terhadap penyerang Barcelona, Lamine Yamal, pasca timnya bermain imbang 3-3 pada leg pertama semifinal Turnamen Champions dalam Estadi Olimpic Lluis Companys, Kamis dini hari WIB,

Pada pertandingan itu, Yamal mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan Barca pada sesi pertama. Selain golnya tersebut, Yamal juga memberi sejumlah sumbangan untuk merepotkan para pemain bertahan pasukan tamu.

“Lamine adalah jenis talenta yang mana cuma muncul setiap 50 tahun, lalu melihatnya dari dekat benar-benar menghasilkan saya kagum. Saya sangat antusias dengan apa yang mana sudah pernah dilaksanakan oleh para pemain saya. Mereka bekerja keras untuk menghadapinya, dengan penjagaan ganda bahkan tiga lapis,” kata Inzaghi dikutipkan dari laman resmi UEFA, Kamis.

Pertandingan antara Barca menjamu Inter menjadi salah satu laga semifinal yang digunakan sangat menarik. Inter sempat unggul dua gol, sebelum Barca menyamakan kedudukan menjadi 2-2 untuk menghentikan sesi pertama. Pada fase kedua, Inter sempat merestorasi keunggulan mereka, namun Barca kembali mampu menyamakan kedudukan.

“Kami menyaksikan pertandingan yang tersebut luar biasa dan juga kami tahu bahwa semifinal itu terus-menerus sulit. Kami bahkan dapat sekadar menang. Saya sangat menyukai dampak dari para pemain pengganti waktu malam ini. Para suporter kami tahu bahwa kami telah lama memberikan segalanya di area masa-masa sulit, juga kami tahu bahwa Selasa nanti akan seperti ‘final’.”

Inter mengatur terlebih dahulu melalui gol-gol Marcus Thuram (1’) serta Denzel Dumfries (21’), sebelum Barca menyamakan kedudukan berkat gol-gol Yamal (24’) lalu Ferran Torres (38’).

Inter merestorasi keunggulannya pada putaran kedua melalui gol kedua Dumfries (63’), sebelum Barca kembali menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Raphinha yang membentur mistar gawang lalu terkena badan Sommer (65’) untuk kemudian masuk ke pada gawang Inter. Gol ketiga Barca dinilai sebagai gol bunuh diri Sommer.

“Pada fase pertama kami melakukan sedikit perubahan. Kami harus menjaga Lamine Yamal dengan lebih banyak baik—anak itu benar-benar menimbulkan saya terkesan di malam hari ini. Sungguh. Jadi kami ingin bermain serta menekan tambahan tinggi di area lapangan. Para pemain saya tidak ada berbagai punya waktu istirahat pasca laga melawan Negeri Paman Sam Roma, tapi merekan memberikan segalanya kemudian itu menimbulkan saya bangga,” ucap pria Italia itu.

Inter akan kembali berhadapan dengan Barcelona pada leg kedua semifinal yang mana akan dimainkan pada Rabu (7/5).

Scroll to Top