Washington – Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump pada Rabu (12/3) mengungkapkan tiada ada satu pun rakyat Palestina yang akan dikeluarkan dari Jalur Kawasan Gaza yang mana diduduki, bahkan pada waktu beliau melanjutkan rencananya mengambil alih wilayah kantung itu.
"Tidak ada yang tersebut akan mengeluarkan warga Palestina," ujar Trump menanggapi pertanyaan wartawan pada waktu menjamu pemimpin Irlandia Michael Martin di area Ruang Oval.
Pernyataan Trump muncul pasca menteri sayap kanan tanah Israel Bezalel Motrich pada Hari Minggu (9/3) mengungkapkan bahwa Tel Aviv akan membuka kantor 'Otoritas Emigrasi' baru di dalam bawah Kementerian Perlindungan untuk mengatur warga Palestina yang dipindah paksa dari Gaza, menurut berbagai media.
Dia mengungkapkan rencana yang disebutkan mendapat dukungan dari pemerintahan Trump.
"Berbagai pejabat di area pemerintahan berulang kali mengungkapkan untuk saya, 'Kami bukan akan membiarkan 2 jt Nazi tinggal di dalam luar pagar,'" kata Motrich, mengacu pada warga Palestina yang tersebut tinggal dalam Gaza.
"Dulu, berbicara tentang orang-orang yang meninggalkan Wilayah Gaza adalah hal yang mana tabu, tetapi sekarang orang-orang yang mana gila adalah yang tersebut paling realistis," ujar ia melanjutkan.
"Tidak hanya sekali realistis, tetapi itu satu-satunya rencana yang dimaksud realistis," tambahnya, menurut surat kabar Washington Post.
Pejabat tersebut, yang dimaksud bahkan sampai menyangkal keberadaan rakyat Palestina, mengungkapkan Tel Aviv sedang bekerja sebanding dengan pemerintah Negeri Paman Sam untuk menentukan negara mana yang digunakan akan menerima merek yang mana mengungsi paksa dari Gaza.
Usulan yang sangat kontroversial itu muncul pasca Trump mengusulkan pada Februari untuk mengambil alih kepemilikan Gaza, mengusir warga Palestina dari tanah air mereka, dan juga menempatkan merek pada tempat lain.
Rencana itu sudah pernah dikritik secara luas oleh negara-negara di tempat seluruh dunia sebagai bentuk pembersihan etnis.
Sumber: Anadolu
