Ibukota Indonesia – Negara Indonesia meyakinkan satu tempat pada partai final nomor tunggal putra kejuaraan Super 100 Tanah Air Masters II 2025 setelahnya dua wakilnya, Prahdiska Bagas Shujiwo dan juga Mohammad Zaki Ubaidillah, sama-sama melaju ke semifinal.
Prahdiska melangkah ke empat besar melalui laga menegangkan kontra perwakilan Korea Selatan, Jihoon Choi. Unggulan ketujuh itu menang rubber game 16-21, 21-13, 22-20 pada pertandingan yang digunakan berlangsung ke GOR Pancing, Kenangan Baru, Percut Sei Tuan, Jumat.
“Alhamdulillah dapat menang pada fase delapan besar kali ini dan juga tiada ada cedera. Rasanya tegang banget lantaran dalam perjumpaan sebelumnya saya kalah,” kata Prahdiska pada keterang resminya setelahnya laga.
Menurutnya, rasa percaya diri yang mana berlebihan justru membuatnya kehilangan gim pertama. Namun, berkat arahan ahli Ihsan Maulana Mustofa, ia mampu bangkit serta menguasai dua gim berikutnya.
“Game pertama saya terlalu percaya diri oleh sebab itu kemarin mainnya enak, akhirnya malah jadi bumerang. Di gim kedua coach Ihsan bilang untuk berani adu depan juga fokus identik pola permainan sendiri,” ucapannya menjelaskan.
Pada gim ketiga, Prahdiska sempat kesulitan mengontrol bola ketika unggul tempat angin, namun berhasil menangguhkan laga dengan kemenangan dramatis.
“Lawan punya serangan berbahaya, jadi saya antisipasi dengan sejumlah mengadu bola di setengah depan kemudian tidak ada memberi kesempatan beliau menyerang,” kata Prahdiska.
Sementara itu, rekan senegaranya, Mohammad Zaki Ubaidillah, juga meyakinkan langkah ke semifinal setelahnya menyingkirkan Christian Adinata melalui adu sengit tiga gim 21-18, 20-22, 21-19.
Dengan hasil tersebut, partai semifinal antara Prahdiska lalu Ubed akan berubah menjadi “derby Merah Putih” yang tersebut menegaskan satu tiket final bagi tunggal putra Nusantara ke event BWF Super 100 tersebut.
“Dari pertandingan hari ini saya belajar agar tidak ada terlalu overconfidence lalu harus masih fokus pada permainan sendiri,” ujar Prahdiska.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.
