Van Gastel tak risau meskipun PSIM kehilangan beberapa pemain kunci

DKI Jakarta – Pembimbing PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengungkapkan dirinya tak risau meskipun timnya kehilangan beberapa pemain kunci pada pertandingan pekan ke-16 BRI Super League menghadapi Semen Padang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu.

Dikutip dari laman resmi klub, Minggu, Van Gastel mengungkapkan enggan menjadikan absennya pemain sebagai alasan untuk PSIM Yogyakarta bukan tampil maksimal pada saat menjamu Semen Padang.

"Sangat disayangkan ada beberapa pemain cedera. Namun, saya sudah ada tekankan sejak hari pertama bahwa pemain yang digunakan bukanlah starter harus setiap saat siap ketika pasukan membutuhkan," ungkap Van Gastel.

Pada pertandingan menghadapi Semen Padang, PSIM Yogyakarta dipastikan harus kehilangan Anton Fase dan juga Yusaku Yamadera lantaran cedera dan juga Raka Cahyana yang menjalani hukuman akumulasi kartu.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu menganggap situasi ini sebagai kesempatan bagi pemain pelapis untuk menampilkan kemampuannya kemudian mendirikan kekompakan grup yang digunakan lebih lanjut solid.

"Semakin lama Saku (Yusaku) cedera, semakin banyak kesempatan Teddy atau Andy bermain. Hal ini menyebabkan chemistry merek dengan grup terbentuk lebih tinggi cepat," tegas Van Gastel.

Sementara itu, Dokter Tim PSIM Yogyakarta Hansel menjelaskan keadaan terbaru dari Anton Fase juga Yusaku Yamadera yang mana harus absen pada laga menghadapi Semen Padang.

"Hasil rontgen Anton menunjukkan adanya cedera baru, yakni incomplete fracture pada jari jempol kaki kanan. Untuk Yusaku, rencananya kita istirahatkan sementara akibat keluhan nyeri tendon Achilles, kemungkinan butuh waktu satu sekitar semingguan lagi pemulihannya," ungkap Hansel.

PSIM Yogyakarta pada waktu ini berada dalam peringkat ketujuh klasemen sementara Super League dengan 24 poin dari 15 pertandingan, unggul 14 poin dari Semen Padang ke kedudukan 16.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Scroll to Top