Dari “Neraka” ke Bintang Arsenal: Kisah Bruno Guimarães dan Angka 39 yang Penuh Makna

London – Di balik kesuksesan Bruno Guimarães sebagai salah satu gelandang top Premier League, tersimpan perjalanan panjang yang jauh dari kata mudah.

Semuanya Berawal dari Sebuah Nomor Taksi

Bruno tumbuh besar di Rio de Janeiro, tidak jauh dari Stadion Maracanã. Sejak kecil, ia sangat mencintai sepak bola. Namun, sang ibu awalnya justru ingin Bruno menjadi seorang perenang.

Keinginan itu akhirnya hanya bertahan sekitar enam bulan. Bruno kemudian mengaku kepada ibunya bahwa ia sama sekali tidak menikmati renang dan ingin kembali bermain sepak bola.

Dukungan sang ayah kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sang ayah bekerja sebagai sopir taksi untuk menghidupi keluarga, dan nomor taksinya adalah 039.

Nomor tersebut kelak menjadi simbol perjalanan hidup Bruno.

Ditolak Dua Klub, Lalu Pergi ke São Paulo

Saat berusia 11 dan 12 tahun, Bruno sempat menjalani trial bersama Botafogo dan Fluminense. Namun, ia gagal mendapatkan tempat di kedua klub tersebut.

Penolakan itu sempat membuatnya sangat terpukul. Namun, Bruno tidak menyerah dan pada usia 15 tahun mendapat kesempatan bergabung dengan akademi Audax São Paulo.

Keputusan tersebut membuatnya harus meninggalkan keluarga dan pindah ke kota besar.

Tikus Gemuk yang Membuatnya Ingin Pulang

Masa-masa awal Bruno di Audax ternyata sangat berat.

Ia mengaku sering menangis setiap malam karena jauh dari keluarga. Namun, pengalaman yang paling membekas justru terjadi di tempat tidurnya.

Suatu malam, ketika hendak mengambil ponsel lama yang disimpannya di bawah bantal, tangannya justru menyentuh sesuatu yang berbulu.

Seekor tikus besar berada di tempat tidurnya.

Bruno bahkan menggambarkan hewan tersebut seolah sedang menatapnya dan bertanya apa yang sedang ia lakukan di sana. Ketika ia melompat dari tempat tidur karena terkejut, kepalanya terbentur ranjang dan dua tikus lainnya kemudian muncul.

“Saya pikir saya sudah mendarat di neraka,” kenangnya.

Pengalaman itu membuat Bruno beberapa kali berpikir untuk mengemasi barang dan meninggalkan Audax.

Satu Percakapan Mengubah Segalanya

Pesan tersebut menjadi salah satu titik balik dalam perjalanan kariernya. Setahun kemudian, Bruno akhirnya mendapatkan kesempatan tampil bersama tim profesional Audax pada usia 19 tahun.

Dari Brasil, Menaklukkan Eropa

Setelah mulai mendapatkan kesempatan di level profesional, karier Bruno berkembang pesat.

Ia bergabung dengan Athletico Paranaense pada 2017 sebelum pindah ke Olympique Lyon pada 2020 dengan biaya sekitar €20 juta.

Dua tahun kemudian, Newcastle United merekrutnya dengan nilai lebih dari dua kali lipat. Bersama The Magpies, Bruno berkembang menjadi salah satu gelandang penting Premier League dan kemudian memperkuat Timnas Brasil di dua edisi Piala Dunia.