Politikus Jerman Minta Gianni Infantino Dilarang Masuk Seluruh Stadion di Jerman
Berlin – Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah seorang politikus Jerman menyerukan agar dirinya dijatuhi larangan masuk ke seluruh stadion sepak bola di Jerman. Usulan tersebut muncul sebagai bentuk protes terhadap rencana FIFA yang dinilai semakin mengarah pada komersialisasi sepak bola.
Seruan itu datang dari anggota parlemen Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD), Sascha Binder, yang meminta Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengambil langkah tegas terhadap orang nomor satu di FIFA tersebut.
Dipicu Rencana Komersialisasi FIFA
Kontroversi bermula dari proposal FIFA untuk memindahkan hak komersial sejumlah turnamen besar, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub, ke sebuah perusahaan baru yang nantinya dapat dimiliki sebagian oleh investor swasta.
Rencana tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Selain mendapat penolakan dari UEFA, sejumlah federasi sepak bola nasional juga dikabarkan menyampaikan keberatan mereka.
Perdebatan itu kini meluas hingga ke ranah politik Jerman.
DFB Belum Memberikan Respons
Hingga kini, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) belum memberikan tanggapan resmi terkait surat yang dikirim Binder. Belum diketahui apakah organisasi tersebut akan mempertimbangkan usulan tersebut atau tidak.
Infantino Angkat Bicara
Di tengah derasnya kritik, Gianni Infantino akhirnya memberikan tanggapan untuk pertama kalinya secara terbuka.
Melalui sebuah video, Presiden FIFA menegaskan bahwa proposal pembentukan perusahaan baru tersebut bukan keputusan final, melainkan sebuah tawaran yang masih terbuka untuk dibahas.
“FIFA Forward Enterprise pada dasarnya adalah sebuah proposal, sebuah penawaran,” ujar Infantino.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan melalui mekanisme demokratis di dalam FIFA.
“Ini adalah bagian dari proses demokratis. Yang terpenting, ini merupakan sebuah peluang, bukan kewajiban. Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk mengajukan proposal ini dan siap mendiskusikannya bersama semua pihak,” jelasnya
