Ibukota Indonesia – Pelatih kepala Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengakui Bali United lebih besar siap ketimbang timnya jelang bertemunya kedua grup pada pekan ke-20 BRI Super League dalam Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Hari Sabtu (7/2).
Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu, Tavares menyatakan Bali United lebih banyak siap dikarenakan memiliki waktu pemulihan yang digunakan lebih besar panjang jika dibandingkan Bajul Ijo.
Pelatih berkebangsaan Portugal yang dimaksud menganggap apabila waktu pemulihan yang mana panjang sanggup berubah menjadi keuntungan Bali United, terlebih merekan akan tampil pada hadapan rakyat sendiri.
"Mereka (Bali United) mempunyai dua hari tambahan berbagai dari kami untuk mempersiapkan pertandingan dan juga memulihkan diri. (Karena itu) ketika ini fokus kami adalah mengamati siapa yang bisa jadi bermain dan juga siapa yang digunakan tidak," ungkap Tavares.
Mantan ahli PSM Makassar itu menjelaskan apabila keadaan yang dimaksud kurang ideal berada dalam dihadapi Persebaya Surabaya oleh sebab itu setidaknya beberapa pemain pada laga menghadapi Bali United.
Setidaknya ada lima pemain yang tersebut harus absen ketika menghadapi Bali United yaitu Bruno Moreira, Milos Raickovic lalu Toni Firmansyah dikarenakan sanksi larangan bermain, sedangkan Bruno Paraiba dan juga Gustavo Fernandes sedang menjalani masa pemulihan cedera.
Meskipun begitu, Tavares meyakinkan Persebaya Surabaya siap menampilkan penampilan terbaik juga mewaspadai Bali United.
"Kami tahu pertandingan pada sana akan sangat sulit. Bali United punya regu yang digunakan bagus dan juga merek pasti akan bermain keras. Kami harus fokus dari menit pertama sampai akhir jikalau ingin mendapatkan hasil," tegas Tavares.
Saat ini Persebaya Surabaya berada di kedudukan kelima klasemen sementara Super League dengan 32 poin dari 19 pertandingan, unggul empat poin dari Bali United ke peringkat delapan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
